-->

Jogja dan Keramah-tamahannya


Pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam rindu,
masih seperti dulu tiap sudut menyapa tuk bersahabat penuh selaksa makna..........




Hujan deras menyambut kedatanganku di Adi Sucipto kala itu,  Prima yang berjanji menjemputku rupanya belum juga beranjak dari kosan nya. Sebuah sms masuk di ponsel mungil ku.

"from : PrimaKur, udah nyampe bandara mu? aku nunggu hujan redaan dulu ya.. ga punya mantel soalnya. oke Bro! :)" 

Begitu banyak supir Taksi mendekati ku ketika keluar dari pintu Bandara. mereka menawarkan dengan tarif yang berbeda. "gak mas,, udah janji ama temen.." tolak ku kepada mereka. Ku sandarkan koper dan ransel ku di tembok koridor Bandara. Jadwal penerbangan ku memang yang terakhir malam ini, makanya semua stand makanan dan resto sudah pada tutup. Ku buka ransel dan mengambil roti + Pulpy orange yang ku beli di SoeTa tadi sore.

... Lamunan ku buyar seketika terdengar suara yang memanggil-manggil nama ku dari arah parkiran sana. Ya , itu Prima. Aku bergegas menuju ke arahnya dan hujan pun mulai berhenti. Selama petualangan ku di Jogja , Prima memang menawarkan kossan nya untuk tempat tinggal. Karena lokasi nya berdekatan dengan Kampus Teknik UGM yang notabene adalah tujuan utama mengapa ku harus ke kota ini.

"Kur, besok kau pake aja motor ni ya..
Ntar kunci ama stnk nya ku titip aja"

"Eh, gak kenal ku daerah sini Prim.. yang ada malah lost in Jogja nanti aku ..

"Di jogja ni gampang banget kalo mau kemana-mana. disini yang penting kau tau mana yang utara, selatan, barat , dan timur." Terang Prima kepadaku. 
LihatTutupKomentar