Move On Itu Perkara State of Mind

Masih ingat mantan? Atau mungkin masih ingat dengan kebiasaan-kebiasaan dengan dia? Atau malah gak bisa deket dengan yang lain karena hati masih ditempati oleh dirinya? Mungkin kamu terkena penyakit masa kini, yang sering disebut dengan “Penyakit Susah Move On”. Susah move on memang tergolong penyakit yang susah disembuhkan. Penyakit ini adalah penyakit yang gampang kumat dan sangat sensitif sekali ketika ada yang membangkitkan kenangan tersebut.

Mantan yang baik adalah mantan yang tidak membiarkan mantannya susah move on. Banyak yang mengaku susah move on karena terlalu banyak kenangan yang dijalani. Ada yang hilang dari kebiasaan-kebiasaan yang kerap terjadi sewaktu pacaran, tempat makan favorit, minuman favorit, bahkan sampai kebiasaan jorok favorit. Ketika kamu melewati suatu tempat makan dan kamu tiba-tiba mengingat bahwa tempat makan itu adalah tempat favorit kalian, kamu bisa saja mendadak galau. Mental dan hati yang belum siap untuk ditinggalkan juga menjadi salah satu faktor susah move on, apalagi ditinggal saat masih sayang-sayangnya. Ada juga yang bilang bahwa, semakin sakit ditinggalkan semakin gampang untuk move onkarena ada paksaan dari dalam diri untuk melupakan. Move on bukan berarti lupa. Semakin kita membenci mantan kita, malah semakin kita susah move on. Justru ketika kita mampu bersikap biasa saja denan mantan, kita sudah bisa dibilangmove on.



“Melepaskan kekasih, bukan berarti melepaskan kenangan”

Susah move on ini memang sangat menyiksa sekali. Demi kebaikan hati, jodoh akan sulit datang ketika kalian belum move on. Kalian akan susah PDKT atau mencari pengganti karena hati kalian belum siap untuk “seseorang” dan memberikan porsi tersendiri di hati. Timeline move on ini tidak tergantung dari lama tidaknya pacaran. Ada yang sudah pacaran 9 tahun, tapi gampang move on ketika putus, ada juga yang pacaran baru tiga minggu, putus dan susah move on.

Salah satu faktor yang cukup bikin risih saat proses move on adalah faktor teman. Kadang teman memang suka iseng bertanya “Gimana kamu? Masih susah move on?” atau malah ngomong “Eh tadi aku ketemu mantanmu lho, dia masih nanyain keadaan kamu”. Memang teman adalah salah satu cobaan dalam proses move onini karena “keisengannya” tersebut.

Gampang atau susahnya move on hanya perkara state of mind saja. Ketika kamu yakin bahwa seseorang telah menyia-nyiakanmu dan ada jodoh yang lebih baik yang tidak akan menyia-nyiakanmu, maka keyakinanmu tersebut akan menuntunmu ke arah “gampang move on”. Kata siapa move on itu susah? Banyak kok yang awalnya merasa susah tapi mereka akhirnya mampu melewati prosesnya. Carilah teman yang asik dan mendukungmu untuk menjauh dari pikiran tentang mantanmu, maka mereka akan sangat membantumu move on. Hentikan keinginan untuk kepo ataupun stalking segala media sosialnya seperti facebook atau twitter. Ingatlah bahwa keinginan kalian tersebut, hanya keinginan penasaran semata dan ketika kamu menuruti keinginan itu, ya kamu akan semakin “mengenang” dia.

Masih susah move on? Kasihan hati sendiri. Kadang semakin susah move onberarti semakin menunda kebahagiaan yang kamu cari. Kamu akan semakin membuang waktu dengan memikirkan hal yang tidak ada kaitannya dengan masa depanmu. Cintai dirimu sendiri dulu, baru kamu bisa mencintai orang lain. Melupakan yang tidak pantas berjuang bersamamu dan mendapatkan lebih baik, artinya memang kalian mencintai diri sendiri.

Akhir kata, siapapun yang terbaik untukmu pasti akan selalu di sampingmu. Ciee, yang susah move on, usaha yuk biar cepet ke tangan jodoh yang tepat.

#repost #nomention
[Sudut Pekanbaru]
LihatTutupKomentar