Halal is My Way

Pada sebuah percakapan ...
X : duuhhh kepengeen makan donuts “J....”
Y : wah, donuts itukan belum ada sertifikat halalnya
X : emg knp ? masak donuts ada daging babinya, ya nggak mungkin...
Y:  donuts pun bisa berstatus haram lho, mau tau ???
ilustrasi saja
Dari percakapan diatas terlihat pentingnya edukasi halal bagi masyarakat, tdk hanya makanan yang berbentuk makanan olahan dari daging saja yang patut kita kritisi, setiap makanan bisa berstatus haram dari bahan-bahan yang dikandungnya ataupun melalui proses pembuatannya. Nah untuk donuts mari kita telusuri kenapa donuts pun bisa berstatus haram dari bahan- pembuatnya :

1. Tepung Terigu
Untuk memperkaya kandungan nutrien pada tepung terigu biasanya ditambahkan tambahan pangan seperti asam amino L-Sistein. L-Sistein biasanya berasal dari 3 sumber yaitu : dari hasil estraksi rambut manusia ( menurut ulama L-Sistein ini hukumnya haram ), kedua dari ekstraksi bulu binatang sptayam/bebek ( hukumnya menjadi haram bila diekstraksi dari bulu unggas yang tidak disembelih secara syrar’i), ketiga L-Sistein berasal dari produk mikrobial, berstatus haram jika mikrobanya ditumbuhkan pada media yang tidak halal

2. Mentega
agar adonan mentega bercampur baik, mentega ditambahi dengan bahan pengemulsi . bahan pengemulsi yang banyak dipakai biasanya berasal dari senyawa lemak, lemak ini bisa berasal dari lemak nabati dan hewani. Apabila dari lemak hewani, maka dapat saja berasal dari lemak binatang yang diharmkan atau yang tidak disembelih secara syar’i

3. Ragi/pengembang

Dalam pembuatannya, adakalanya ditambah bahan pengemulsi. Nah klo bahan pengemulsi berasal dari bahan haram, maka ragi akan menjadi tidak halal. Biasanya ragi instan yang dijual dipasaran berbentuk serbuk kering. Agar tidak menggumpal maka produsn menambahkan bahn anti gumpal yang bisa berasal dari tanaman ataupun tukang hewan. Apabila dari tulang hewan maka harus dipastikan status kehalalan hewannya

4. Pelembut (shortening)
Pelembut pada umumnya terbuat dari lemak. Apabila berasal dari lemak babi maka sudah tentu statusnya menjadi haram

5. Keju
Nah donuts akan semakin menarik dengan keju pada bagian atasnyaJ pada proses pembuatan keju terdapat penambahan enzim, salahsatunya enzim rennet yang berasal dari hasil fermentasi maupun dari lambung hewan. Enzim rennet bila berasal dari lambung anak babi maka kejupun menjadi haram untuk dikonsumsi

nah, cukup jelaskan kenapa donuts pun bisa berstatus tidak halal ... semoga dengan info ini kita dapat lebih selektif dalam memilih produk makanan kita, utamakan yang sudah berlabel halal ^_^
salam “Halal Is My Way”

Sebuah opini Kak Dinna yang gua comot di laptop ini..

Post a Comment

9 Comments

  1. lalu bahan2 tersebut kan juga dipakai sehari-hari di rumah?
    itu gimana kak?

    ReplyDelete
  2. wheheh,...
    yg jelas bg,,itu jg tergantung dgn selera dan siapa yang membuatnya,..
    :)
    hihi...

    ReplyDelete
  3. join jg y kak. bru sempat jenguk blog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemana aja isti?? minggu besok ikutan cfd ya..

      Delete
    2. di tumpukan buku bg, hehehe
      cfd apa?

      Delete
  4. wah repot juga jika harus meriksa satu persatu... bakso juga blm ada label halalnya,, mie ayam juga, martabak mesir.... hadeh,,, gmana tuh bg..

    ReplyDelete
  5. kelimaks bentar ya bang hahahah

    emang harusnya begitu bang, tapi ga pantes juga kita nanya chef donatnya "ini haram ato halal?" kalo menurut aku sih bang, makan baca bismillah dulu terus yakin kalo makanan yang di makan ga haram XD

    kalo makan nasi, kalo belinya dari nyopet juga jadi haram bang XD

    *cabut ke antartika

    ReplyDelete
  6. dih tumben si andie pinter..

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung, Semoga Bermanfaat..