Hanya Sekedar Suara

Sekarang bicara,
Lalu diam,
Berkoar-koar dalam ribuan suara yang lantang,
Seakan nyata datang dari sana. 
Melumpuhkan daun-daun kering dibalik sana,
Melihat dunia dari sudut pandangnya. 
Mengingatkan dirinya kepada surga, 
lalu menghempaskan cerita ke dalam neraka. 
Yang hanyut dalam letupan suara iba. 
Melihatkan dirinya pada badan teriris suara..
Membuainya hilang pada mata yang tertutup,
seakan hidup adalah siksa dan mati adalah surga.



#antologi
Share on Google Plus

About Kurnia Rahman

Kurnia Rahman Agus - Programmer lepas yang mengisi hari-harinya dengan memberikan ilmu kepada siswa-siswi di salah satu SMK di Pekanbaru. Beliau aktif di beberapa komunitas seperti Blogger Bertuah dan Baleno Club Riau.

1 comments :

  1. Hm ... pusisnya bagus (@,@)
    Saking bagusnnya saya translatekan gak faham juga maklum bukan Guru Bahasa Indonesia :3

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung, Semoga Bermanfaat..