Perjalanan GeMasTIK 2010 (Bag. I)


Ini merupakan cerita bagian pertama perjalanan kami selama mengkuti lomba Gemastik 2010 di Surabaya. Untuk membaca bagian kedua nya dapat di lihat disini, dan bagian ketiga nya disini.

Hari senin, 4 Oktober merupakan hari dimana kami bertolak dari Pekanbaru menuju Jakarta untuk mengikuti babak akhir Final lomba GemasTIK (Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi) 3 di Surabaya. Kami berangkat pukul 07.00 dan tiba di Jakarta pukul 08.45 menggunakan pesawat Lion Air. Kontingen dari kampus kami (Politeknik Caltex Riau) terdiri dari 19 orang, 16 orang mahasiswa dan 3 orang dosen pemimbing.



Lomba Piranti cerdas
Tim G8 Elkom, beranggotakan:
• Heru
• Abdi
• Eko
Lomba Desain Web
Tim Alfaiz, beranggotakan:
• Harry rahmat .G
• Kurnia rahman (saya)
• Rizky saputra

Lomba Pengembangan permainan Tim Realistik, terdiri dari:
• Shervi
• Handianto
• Ricky
Lomba Keamanan jaringan Tim PCR-X, beranggotakan:
• Bonny .C
• Angga
• Rudi
Lomba Aplikasi Tim Indo Panda, beranggotakan:
• Anthony wijaya
• Stevan .C
• Yogi adi guna
Lomba karya tulis • Indah lestari
Dosen • Pak Nanda
• Pak Rahmat
• Pak Agun


Alfaiz cs @ Monas

Setibanya di Bandara Soekarno – Hatta Jakarta, perjalanan kami dilanjutkan menuju stasiun Gambir. Kami harus menunggu hingga jam 5 sore, Karena jadwal keberangkatan Kereta api eksekutif Bima jurusan Jakarta- Surabaya adalah malam hari. Ada cerita yang unik disini, karena letak Mesjid Istiqlal yang tidak begitu jauh dari stasiun Gambir, kami berniat untuk melaksanakan solat Ashar disana. Keliahatannya saja dekat, tapi ketika hendak mencari pintu masuk mesjid, kami harus berputar-putar mengelilingi komplek perkantoran yang menjulang tinggi itu. Karena mulai merasa capek , kami bertanya pada seorang tukang buah.

Saya : “Pak , kalo mau msuk Mesjid Istiqlal dimana ya..??”
Penjual buah : “oo, lihat mobil yg ono kn, trus2 aj jlan..”
Saya : “mobil yg mana satu ne pak,, mobil bnyk bgt dsna..” (waduhhhh,, ne bpk asal aja kyk ny..)
“Nyebrang jembatan gk pak??”
Penjual buah : “oo, jangan.. ntar makin jauh.. No, km jln aja trus. Ntar ada pertigaan, belok kiri..
nyampe dh..” (sambil mendekati saya, dan begitu semangatnya..)
saya : “Ok dh Pak, Thx”
Penjual buah : “Yoi kawan..” ????!!!



Yang membuat saya gk menyimak penjelasan tu bapak adalah tangan nya itu lo.. Dengan semangat 46 nya dia rela meniggalkan gerobak buah nya untuk menunjukkan kepada kami, trus tangan nya hampir aja megang pundak saya. Saya takut aja, tiba-tiba ntar habis nanya ama dy dompet saya hilang.. melihat tingkah saya yang kabur dari bapak tu,. Spontan Rizky , Indah , dan Harry tertawa terbahak-bahak.


****
LihatTutupKomentar