Nasehat di awal tahun

01-01-2011, Pagi ini adalah hari pertama di Tahun Masehi 2011. berbeda dengan tahun lalu, saat itu aku, Kak Febry, Bang Deky, Kak Dinna, dan Lia(si bungsu) pergi liburan bersama ke Air terjun tujuh tingkat di Lubuk Jambi, Kuansing. Di pagi yang cerah ini ayah mengajakku untuk menemani nya melihat tanahnya yang ada di Pangkalan baru, Siak hulu.
Sambil nyetir mobil ayah banyak bercerita kepadaku, kulihat dia begitu semangat hari ini. Suasana yang jarang kurasa semenjak aku disibukkan dengan Proyek akhir kuliahku.



“Kur, umur mu skrang berapa?”  
“2* pa.. ngapa tu?”
“di umur segitu sampai 45 tahun merupakan saat2 yang potensial bagi orang untuk bekerja, berusaha, mengembangkan kreatifitasnya  jika ingin sukses.. jadi jangan buang-buang waktu mu dengan hal-hal yang tidak menguntungkan.. “
“maksudnya Pa..?”
“ya,,  kamu lihat anak2  komplek tman sepermainan mu dulu, kalo malam duduk-duduk  di kedai main batu, nongkrong2 main gitar gak jelas,, buang2 waktu aja kan..??, Kalau generasi muda Indonesia kayak gitu, gimana mau majunegara kita??”
“wew,, pagi2 gini udah dapat siraman rohani(*dalam hati J)
“kamu sekarang lagi nyusun kan,, gimana cerita nya? Udah maju sidang belum?”
“hmm,,, insya allah bulan february Pa..”


Ayahku bercerita banyak sepanjang perjalanan, mulai dari masa kecilnya nya g hingga ia berani meminang ibuku. Aku senang, terharu, dan  kagum mendengarkannya. Ia bercerita bagai mana keras nya hidup, disaat ayahnya meninggal saat ia masih duduk di bangku kelas 2 sd. Mulai saat itu ia membantu ibunya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari ikan di sungai, nakik( motong karet bahasanya orang kuansing), sampai berjualan di pasar. Semua ia lakukan dengan senang hati  dan tanpa rasa mengeluh atau juga minder..
Saat ia memasuki bangku tsanawiyah atau sekarang setingkat sma, ibunya meninggal. Tinggal lah ia berdua dengan seorang abang. Ya , karena mereka hanya dua beradik dalam keluarga mungil itu. Sang abang dibantu oleh para kerabat dan keluarga ibunya untuk melanjutkan sekolah ke Pekanbaru, sementara ia tidak. Dikarenakan memang keluarga besar ayahku juga bukan dari orang yang mampu, jadi hanya abang nya lah yang bisa kuliah di Pekanbaru. Tapi ia tak kecil hati atau pun patah semangat, ayah adalah orang yang rajin dan pekerja keras, apa saja ia lakukan untuk dapat melanjutkan sekolahnya. mulai dari jadi kuli bangunan di siang hari, dan malam nya saat itu ia rajin menjadi guru mengaji bagi anak2 sekitar. Bekerja apa saja yang penting menghasilkan uang dan bisa bayar uang sekolah pada saat itu..
*
Berkat kepintaran dan jerih payahnya, akhirnya ia dapat membeli sepeda motor honda captul(motor paling top pada waktu itu). Ia adalah orang pertama yang membeli motor itu dikampungnya. Wahh,, bangga dengar nya J. Singkat cerita, banyak cewek-cewek yang naksir ayahku, mulai dari remaja sampai ke ibuk-ibuk datang kerumah untuk menawarkan anaknya, tidak terkecuali ibuku (hahahha…).
Ayah paling selektif memilih wanita, hatinya jatuh ke ibuku. Seorang wanita yang cantik paras dan juga sifatnya. Ibu selalu menjuarai event MTQ tiap tahunnya hingga tingkat kabupaten (wew,, hebat ya ibu ku.. J).
Tiba-tiba ayah mengejutkan ku dengan pertanyaan,

“Siapa pacar kamu sekarang Kur..? masih sama yang kemaren..?”
“He,, gak ada do pa..”
“Boleh pacaran, tapi jangan membodohi kita pulak gara2 pacaran tu..
Kalo menurut papa, untuk jadi motivasi bagus tu… Biar semangat kmu kuliah.. tapi jangan habis tuk pacaran aja kerja..!!”
“hmmm,, *hanya bisa terdiam..”
 
Pa, terima kasih untuk cerita dann nasehat mu hari ini, sebuah pembuka tahun yang luar biasa menurutku. Kau memang “Ayah terhebat bagi ku..”
I love U full Dad.. ^_^
Share on Google Plus

About Kurnia Rahman

Kurnia Rahman Agus - Programmer lepas yang mengisi hari-harinya dengan memberikan ilmu kepada siswa-siswi di salah satu SMK di Pekanbaru. Beliau aktif di beberapa komunitas seperti Blogger Bertuah dan Baleno Club Riau.

1 comments :

Terima kasih telah berkunjung, Semoga Bermanfaat..